Bunga Sesaji
Pekanbaru, 10 Mei 2019.
Masih suasana awal Ramadan, teringat tradisi keluarga saya dan juga masyarakat pada umumnya, dan bukan hanya saudara kita yang muslim saja tetapi juga tradisi bagi kebanyakan orang untuk melakukan ziarah makam. Sebagai orang Jawa, saya akan bercerita tentang beberapa jenis bunga yang biasa digunakan dalam kegiatan ziarah makam, dan makna dari setiap bunga menurut orang Jawa.
Yang pertama adalah bunga Melati. Bunga lazimnya berwarna putih dengan wanginya yang khas, yang aromanya suka dikaitkan dengan hal mistis ini, melambangkan kebersihan. Maknanya adalah dalam hidup kita harus mengedepankan kebersihan hati dan kejujuran.
Kedua adalah bunga Mawar. Bunga ini memiliki beberapa varian warna, kebanyakan warna merah, putih, ungu, kuning, biru. Namun menurut pengamatan hanya warna merah, putih, ungu yang sering digunakan untuk ziarah makam. Dalam arti kiasan mawar berarti awar-awar ben tawar, yang artinya menetralkan hati agar dapat menjalani segala sesuatu dengan ikhas dan tanpa pamrih.
Ketiga, bunga Kantil. Tidak hanya dalam ziarah makam, bunga ini sering digunakan dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Biasanya dironce/dirangkai menjadi kalung untuk pengantin. Bunga Kanthil ini dimaknai sebagai pepeling (pengingat). Jika temen-temen tahu tembang Macapat, yang salah satu tembangnya berjudul Pocung, baris pertama berbunyi "ngelmu iku kalakone kanthi laku", yang artinya utk menggapai cita-cita dan tujuan hidup tidak cukup hanya dengan berdoa tetapi harus melakukan tindakan yang nyata.
Keempat, bunga Kenanga. Bermakna agar kita mengenang kebaikan para leluhur, saudara, rekan, yang sudah mendahului kita yang lebih dahulu meninggalkan dunia agar kita juga dapat selamat dunia dan akhirat.
Selain digunakan dalam ziarah makan, bunga-bunga tersebut dipercayai sebagai pengingat dalam kehidupan sehari-hari, sesuai konsep laku urip wong Jowo "Eling lan Waspodo" agar ingat terhadap Tuhan, leluhur, sesama, dan lingkungan sekitar.
Diadosi dari tulisan @mbahkj
Masih suasana awal Ramadan, teringat tradisi keluarga saya dan juga masyarakat pada umumnya, dan bukan hanya saudara kita yang muslim saja tetapi juga tradisi bagi kebanyakan orang untuk melakukan ziarah makam. Sebagai orang Jawa, saya akan bercerita tentang beberapa jenis bunga yang biasa digunakan dalam kegiatan ziarah makam, dan makna dari setiap bunga menurut orang Jawa.
Yang pertama adalah bunga Melati. Bunga lazimnya berwarna putih dengan wanginya yang khas, yang aromanya suka dikaitkan dengan hal mistis ini, melambangkan kebersihan. Maknanya adalah dalam hidup kita harus mengedepankan kebersihan hati dan kejujuran.
Kedua adalah bunga Mawar. Bunga ini memiliki beberapa varian warna, kebanyakan warna merah, putih, ungu, kuning, biru. Namun menurut pengamatan hanya warna merah, putih, ungu yang sering digunakan untuk ziarah makam. Dalam arti kiasan mawar berarti awar-awar ben tawar, yang artinya menetralkan hati agar dapat menjalani segala sesuatu dengan ikhas dan tanpa pamrih.
Ketiga, bunga Kantil. Tidak hanya dalam ziarah makam, bunga ini sering digunakan dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Biasanya dironce/dirangkai menjadi kalung untuk pengantin. Bunga Kanthil ini dimaknai sebagai pepeling (pengingat). Jika temen-temen tahu tembang Macapat, yang salah satu tembangnya berjudul Pocung, baris pertama berbunyi "ngelmu iku kalakone kanthi laku", yang artinya utk menggapai cita-cita dan tujuan hidup tidak cukup hanya dengan berdoa tetapi harus melakukan tindakan yang nyata.
Keempat, bunga Kenanga. Bermakna agar kita mengenang kebaikan para leluhur, saudara, rekan, yang sudah mendahului kita yang lebih dahulu meninggalkan dunia agar kita juga dapat selamat dunia dan akhirat.
Selain digunakan dalam ziarah makan, bunga-bunga tersebut dipercayai sebagai pengingat dalam kehidupan sehari-hari, sesuai konsep laku urip wong Jowo "Eling lan Waspodo" agar ingat terhadap Tuhan, leluhur, sesama, dan lingkungan sekitar.
Diadosi dari tulisan @mbahkj


Comments
Post a Comment