Makanan Jawa
Siak, 7 Mei 2019
Berhubung bulan puasa, dan menjelang saat berbuka. Sebagai orang Jawa mau bercerita tentang beberapa makanan khas Jawa dan maknanya. Karena pada dasarnya makanan yang kita ada dan dikenal saat ini memiliki nilai-nilai luhur sebagai anugrah Tuhan kepada manusia yang sarat akan makna.
Pertama, Sayur Lodeh. Sayur bersantan yang sangat mudah ditemukan di warung. Sayur ini terdiri dari 12 komponen (kurang lebihnya cari sendiri ya, dan tiap daerah bisa beda2) yang salah satunya waluh, berasal dari kata "owal" dan "luh" yang berarti lepas dari air mata, yang maknanya segala kesedihan sirna. Angka 12 dijumlah 1+2=3, berarti lambang kehidupan, yaitu alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat. Bener 3 ya kan..
Kedua, Ketupat = "ngaku kalepat" (mengakui kesalahan). Umumnya disajikan pada hari Raya Idul Fitri, yang dikenal juga sebagai momen untuk saling bermaaf-maafan dengan orangtua, keluarga, dan teman-teman.
Ketiga, Lepet. Makanan ringan tradisional terbuat dari ketan, dibungkus daun pisang. Dalam bahasa Jawa berarti "disilep kang rapet" (ditutup dengan rapat), yang bermakna segala kesalahan di masa lalu sebaiknya disimpan, ditutup setelah mendapatkan maaf, atau mengubur masa lalu.
Keempat, klepon. Berasal dari kata Kelapa/Klopo.. "gelo yo rapopo" artinya jadi orang yg legowo, kecewa itu pasti terjadi tapi jangan berkepanjangan.
Kelima, Lemper. bermakna "yen dialem atimu ojo memper" yang artinya, kalau dipuji, janganlah menjadi sombong. Leluhur berpesan sebagai manusia jangan sampai memiliki rasa tinggi hati atau sombong. Sekian dan terimakasih. Selamat berbuka puasa bagi yg berpuasa.
Tulisan ini diadopsi dari tulisan @mbahkj
Berhubung bulan puasa, dan menjelang saat berbuka. Sebagai orang Jawa mau bercerita tentang beberapa makanan khas Jawa dan maknanya. Karena pada dasarnya makanan yang kita ada dan dikenal saat ini memiliki nilai-nilai luhur sebagai anugrah Tuhan kepada manusia yang sarat akan makna.
Pertama, Sayur Lodeh. Sayur bersantan yang sangat mudah ditemukan di warung. Sayur ini terdiri dari 12 komponen (kurang lebihnya cari sendiri ya, dan tiap daerah bisa beda2) yang salah satunya waluh, berasal dari kata "owal" dan "luh" yang berarti lepas dari air mata, yang maknanya segala kesedihan sirna. Angka 12 dijumlah 1+2=3, berarti lambang kehidupan, yaitu alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat. Bener 3 ya kan..
Kedua, Ketupat = "ngaku kalepat" (mengakui kesalahan). Umumnya disajikan pada hari Raya Idul Fitri, yang dikenal juga sebagai momen untuk saling bermaaf-maafan dengan orangtua, keluarga, dan teman-teman.
Ketiga, Lepet. Makanan ringan tradisional terbuat dari ketan, dibungkus daun pisang. Dalam bahasa Jawa berarti "disilep kang rapet" (ditutup dengan rapat), yang bermakna segala kesalahan di masa lalu sebaiknya disimpan, ditutup setelah mendapatkan maaf, atau mengubur masa lalu.
Keempat, klepon. Berasal dari kata Kelapa/Klopo.. "gelo yo rapopo" artinya jadi orang yg legowo, kecewa itu pasti terjadi tapi jangan berkepanjangan.
Kelima, Lemper. bermakna "yen dialem atimu ojo memper" yang artinya, kalau dipuji, janganlah menjadi sombong. Leluhur berpesan sebagai manusia jangan sampai memiliki rasa tinggi hati atau sombong. Sekian dan terimakasih. Selamat berbuka puasa bagi yg berpuasa.
Tulisan ini diadopsi dari tulisan @mbahkj

Comments
Post a Comment