Astrologi Jawa

Bogor, 12 Mei 2019




Teringat cerita dari seorang sahabat yang sangat enak diajak berkonsultasi tentang relasi antar personal. Mulai dari hubungan percintaan jaman pacaran, sampai saya menikah, hubungan dengan orangtua, dan relasi antar rekan kerja dan segala menyangkut kepribadian orang. Singkat cerita, sahabat saya ini pernah belajar tentang Astrologi, dia pernah bercerita tentang unsur-unsur dalam setiap rasi bintang zodiak, yaitu ada 4 unsur: air, api, tanah, dan udara. Begitu tahu tentang hal ini, rasa-rasanya kok ini ada kemiripan dengan budaya tanah Jawa, atau yang lebih dikenal dengan Kejawen.  

Dalam Astrologi, terdapat 4 pembagian zodiak berdasarkan unsur pembentuknya. Pertama, zodiak unsur api, yaitu Aries, Leo, dan Sagitarius. Kedua, zodiak unsur angin, yaitu Gemini, Libra, dan Aquarius. Ketiga, zodiak unsur tanah, yaitu Taurus, Virgo, dan Capricorn. Dan keempat, zodiak air, yaitu Cancer, Scorpio, dan Pisces. 

Dalam kutipan mengenai Kejawen yang pernah saya baca dari buku Misteri Tanah Jawa,dijelaskan bahwa daya magis manusia memiliki sifatnya masing-masing karena perbedaan esensi dari unsur-unsur yang membangun jasad manusia, yaitu unsur tanah, udara, api, dan air. Hal itu bertujuan untuk menandai perbedaan aura magis berdasarkan weton dan wuku. 

Menurut wiki, weton adalah hitungan neptu hari dan pasaran ketika seseoarang dilahirkan, neptu itu angka2 gitu lah, kalo pasaran ya legi, pahing, pon, wage dan kliwon. Sedangkan Wuku (menurut wiki lagi), adalah bagian dari suatu siklus dalam penanggalan Jawa dan Bali yang berumur tujuh hari (satu pekan). Siklus wuku berumur 30 pekan (210 hari), biasanya untuk menentukan "hari baik" dan "hari buruk".

Nah, dalam kepercayaan orang Jawa unsur jasad manusia antara lain tanah (nafsu aluamah), udara (nafsu sufiah), api (nafsu amarah), dan air (nafsu muthmainah). Iseng-iseng aja coba disambungin nih ya..
Jika dikaitkan, maka pemilik zodiak unsur api (nafsu amarah) cenderung penuh emosi, keras, agak galak gitul ah. Pemilik zodiak unsur tanah (nafsu aluamah) cenderung pada keinginan fisik (makan, pacaran, penampilan, bercinta, mesum juga, dll). Pemilik zodiak unsur udara (nafsu sufiyah) cenderung lebih duniawi, ingin dipuji, kekayaan, pangkat, dll. Dan terakhir, pemilik zodiak air (nafsu muthmainah) cenderung penengah, kalem, segala menuju kebaikan. (ya gak sih??)

Dalam ajaran Kejawen, 4 unsur ini juga menggambarkan konsep "kiblat papat limo pancer" (filosofi Jawa yang menggambarkan sebuah bangunan) yang artinya kalau kita dunia bisa menyeimbangkan ke-empat unsur tersebut dengan baik maka akan diperoleh ketentraman. Tapi ya...apakah mungkin bisa?

Hanya Tuhan yg Maha Mengetahui (Wallahualam)

Comments